Kehidupan Pasca Kampus
Kehidupan pasca kampus. Tiga kata yang akan dihadapi sarjana baru dari
universitas manapun. Akan ke mana kita setelah ini? Sudah punya
tujuankah? Mungkin ada yang sudah punya tujuan dengan rencana matang.
Mungkin juga, ada yang sebenarnya sudah punya rencana, tapi harus
berkompromi dengan satu dan lain hal jadi harus mengubah rencana. Atau,
mungkin memang ada yang belum punya tujuan akan ke mana?
Waktu saya dulu masuk kampus pertama kali sebagai maba, saya selalu
ingat kata salah seorang senior saya “jangan berlindung di balik nama
besar kampusmu. Kamu adalah dirimu sendiri yang harus punya kualitas
sebagai diri sendiri, bukan hanya karena kamu lulusan kampusmu.”
Kata-kata ini kembali terngiang di pikiran saya yang lulusan “baru panas
dari oven ini.” Sebaiknya, bagimanapun kehidupan pasca kampus kita,
ingat selalu kalimat itu. Jangan jadi sarjana frustasi karena belum juga
dapat kerja, menikah belum ada calon,atau lanjutin sekolah kendala
biaya dan pusing mikir terus. Kita harus terus bergerak. Move, move, dan
move. Untuk yang punya skill teknis seperti memasak, menjahit, make up,
dll, kenapa ga coba wirausaha dulu? Untuk yang merasa ga ada bakat,
percayalah, tiap manusia punya potensi yang bisa dikembangkan. Gak harus
jadi karyawan, jadilah bos! Untuk yang mau nikah, selamat! Semoga
rencana menikah membawa rejeki pernikahan yang dijanjikan Allah. Untuk
yang sekolah lagi, selamat juga. Semoga tidak menyia-nyiakan kesempatan
berharga. Semoga sekolahnya bukan cuma buat modal dapet duit… Kata salah
satu sumber yang Saya baca “problem anak muda Indonesia sekarang
sukanya berhitung gaji. Ini salah paradigma yang membuat orang kaya
lebih dianggap berkualitas. Tapi, anak muda suka lupa bahwa mereka cuma
mau kaya tapi ga mau mengembangkan kualitas.”
Saya sendiri… Saya minta doa aja agar bisa menjalani pasca kampus saya
dengan pilihan yang saya buat, dengan resiko yang semoga selalu bisa
saya terima dengan lapang dada…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar